Saya ada sebuah cerita:
Alkisah ada seseorang dengan kemampuan seni peran yang sangat baik. Akan tetapi, seni peran yang dia dalami bukanlah seni peran hiburan di atas panggung, melainkan bagaimana dia dapat memberikan impresi tertentu sesuai yang dia inginkan kepada orang lain di sekitarnya.
Sebuah panggung yang dia bangun sendiri adalah panggung kehidupannya. Dimana dia melakukan berbagai peran yang membuat orang lain tidak dapat melihat atau menduga apa yang sebenarnya dia pikirkan atau apa yang sebenarnya dia rasakan.
Pada awal perjalanannya, semua berjalan baik-baik saja. Dia dapat mengatur ekspresi dan suasana hatinya sehingga orang lain percaya bahwa itulah yang sebenarnya dia rasakan. Akan tetapi suatu saat sebuah masalah muncul. Begitu dalamnya sugesti yang dia berikan pada dirinya sendiri untuk menghasilkan suasana hati tertentu, sugesti itu membingungkan dirinya. Pada saat dirinya sedang harus berekspresi menjadi kesal, tiba-tiba hatinya benar-benar menjadi kesal. Pada saat dia sedang kesal tetapi dia perlu memperlihatkan dirinya yang senang, tiba-tiba hatinya ikut perlahan menjadi senang.
Dia pun mulai tersesat dalam seni perannya sendiri. Dia mulai kebingungan, yang mana suasana hatinya yang sebenarnya, dan yang mana peran yang seharusnya dia tampilkan…
Note:
Judulnya bukan mengindikasikan tokoh cerita adalah seorang laki-laki. Tiba-tiba saja saya teringat lagu lama berjudul “The Actor”, maka saya abadikan untuk judul. Well, have fun..